Ibu boleh Lelah (Ya allah aku lelah sekali)


https://drive.google.com/uc?export=view&id=1sutacGyWkhYOo5-Zu-aNc4XFjADhnUfV


Assalamualaikum para ibu hebat😍
Selamat menyambut weekend ya, udah ada rencana jalan-jalan kemana hari ini?
atau sembari suami yang libur kerja bisa bantu momong anak, ibu berencana me time?

Apapun rencana weekend hari ini jangan lupa berterimakasih pada diri ya ibu. Ibu hebat said ”Terimakasih diriku, kamu sudah bekerja keras hari ini,melaksanakan tugasmu sebagai pemimpin dalam rumah tangga”. Yah, ada sisi didalam diri kita yang menanti untuk diapresiasi😌. Kalau mungkin dari luar hanya ada tekanan tanpa dukungan. Maka diri kitalah yang selalu bisa mengapresiasi diri sendiri. Saya sudah coba loh bu ibu. Dan alhamdulilah efeknya terasa luar biasa👏🏻.

“Ya Allah, lelah banget jadi ibu
Ini kerjaan koq nggak beres-beres?
Anak-anak koq dibilangin ngeyel terus,
Rumah berantakan, belum masak, cucian piring numpuk...belum ini belum itu and so on...”

“Butuh libur, butuh piknik, butuh me-time, butuh tidur siang tanpa diganggu tangisan bayi atau rengekan bocil bocil😭...Butuh menikmati makan tanpa harus ngegendong bayilah, ke tunda nyeb*kinlah...Pengen nonton drakor dan minum booster asi tanpa digangguin celoteh bocil atau pertengkaran mereka dari rebutan mainan dan keisengan salah satu anak...”

Bu ibu ada yang pernah merasa seperti itu??
Atau ada yang mau nambahin keluh kesahnya??monggo bu ibu 😘 saya persilahkan banget di komen😉.Insyaallah disini kita punya tempat mencurahkannya😘.

Well para ibu hebat❤️
pekerjaan seorang ibu memang nampak seakan sia-sia dan berulang. Begitu terus setiap hari tidak ada habisnya😢.


https://drive.google.com/uc?export=view&id=1X7EItE85eT-2kMM8ArDVFGs2JdvKSmjR


Ketika saya merasa seperti ini, merasa down dan berada didasar sekali. Butuh bantuan? tapi kemana harus berkeluh kesah. “ah jangan mengharap untuk orang lain memahami kita..”
“Yang dapat  kita lakukan hanyalah berusaha memahami orang lain, tanpa berharap mereka memahami. Walaupun itu sulit dan pahit”. 
Kutipan seminar parenting dari ayah abatasa yang saya ikuti kemarin pagi. 

Lagi-lagi saya diingatkan lewat postingan yang saya baca. Dan saya berharap bu ibu yang baca tulisan saya juga seperti mendapat semangat dan pencerahan kembali.

Bu ibu masih ingatkah Hajar???
Ya hajar adalah perempuan sholihah istri kedua dari Nabi Ibrahim. Istri yang berasal dari golongan budak dan lagi berkulit hitam. Darinyalah muncul seorang nabi dimekah, yaitu Ismail hingga nabi terakhir kita Muhammad.

Ingatkah betapa ridhonya ia ketika suaminya diperintah untuk meninggalkannya bersama si bayi tanpa apapun ditempat yang sangat gersang dan sepi. Ia berkata “Jikalau ini perintah Tuhanmu, pergilah tinggal kan kami disini. Jangan khawatir, Tuhan akan menjaga kami.” Masya Allah!

Ia berlari bolak balik dari shofa ke marwah 7 kali.  Berharap di padang gurun yang gersang itu barangkali ada air, makanan atau seseorang yang bisa membantunya. Sayang, ia tak menemukan apapun.

Lalu.,,
Sia-siakah yang dilakukan Ibunda Nabi Ismail Alaihissalam???

Tidak sama sekali...

Ditengah kebingungan juga kegelisahan yang menyelimuti hati juga pikirannya, Allah memberikan mukjizatNya. Dari bawah kaki Ismail kecil yang sedang menangis kehausan, muncul sumber mata air, yang kini dikenal sebagai mata air Zam-zam. 

Lari-larinya hajar yang terlihat “sia-sia” karena tidak menemukan apapun itu ternyata menjadi sebab ridhoNya Allah Ta’ala. Sehingga memancarlah air Zam-zam yang sampai sekarang tak pernah surut. Masya Allah💕

Pekerjaan ke-Ibuan mulai dari menyusui, memandikan, ganti popok, menyuapi, and so on...
Memasak, menyapu, mengepel, mencuci, and so on...
Semua itu seakan tidak terlihat, tidak keren, tidak ngeksis dan tidak gemerlap, tidak ada yang harus dibanggakan. Seakan sia-sia, tapi yang berlelah-lelah itu bisa jadi ridho Allah Ta’ala❤️. Bisa jadi yang mengantarkan kita ke surga 🙏.

Yes,.
Sampai sini semangat saya mulai  membara. Namun, “entah apa yang merasuki ku?”(loh koq jadi nyanyi.hihihi). Beberapa hari masih terlewatkan dengan keadaan sekitar yang berantakan tak terurus. Mengasuh anak-anakpun rasaku malas sekali, astaghfirulloh. Masih kurasakan pertanyaan berkecamuk dikepala?”ngapain sih ngurusin rumah dan anak-anak. Buat apa??biarin aja. Kamu kan lelah, yaudah kamu nyenengin dirimu dululah santai-santai.”

Heran?
Tapi itu benar-benar terjadi para ibu hebat.

Sampai akhirnya atas izin Allah saya menemukan sendiri akar permasalahannya. Ya, ini berawal dari JUDGE.


https://drive.google.com/uc?export=view&id=1DgTrAvDgOv4m_9oVhM5UW1XoxHBTQzbM


“Ah.. sudahlah ga usah diambil pusing”
“Biarin aja sih orang mau komentar apapun, situnya aja baperan amat..”
“Ah, masih mending dibilang gitu! Aku lebih-lebih lagi loh malah”
Oh...tidak semudah itu fergusoooo

Hello, nggak semua orang sekuat dirimu. Udah deh bandingin dirimu yang strong sama orang lain (lempar centong nasi). Karena memang ada orang yang darisononya sama Allah dikasih watak dan perasaan yang sangat-sangat halus. 
“Nggak bisa dirubah??” Ya nggaklah..
Namanya juga dah ditakdirkan githu. Kalaupun bisa ya hanya MENGURANGI tingkat ke baperan.

Yang setuju sama aku, pastilah para ibu hebat yang baperan🤪✌️. Insya allah tentang watak ini akan saya bahas lebih lanjut di lain kesempatan.

🌸🌸🌸

Dunia yang kita tinggali ini masih saja menuntut sosok Ibu harus SEMPURNA.

Tahukan image ibu dijaman old?Yah, sayapun mengakui kalo para ibu jaman old itu LUAR BIASA sekali. Tangguh, gigih dan tak kenal kata LETIH👍. 


Nggak boleh punya kekurangan, ibu harus masak setiap hari, ibu harus bangun paling awal dipagi hari, ibu harus tidur di akhir, rumah harus bersih dan rapi, cucian baju nggak boleh numpuk, setrikaan nggak boleh menggunung, nggak boleh ngeluh, haram hukumnya kalo suami yang kelihatan ngurus anak atau kerjaan rumah...dan masih banyak lagi ya.

Itu tuntutan para ibu dijaman old yang sangat berhasil ditanamkan pada para wanita terdahulu bahkan hingga era sekarang. 

Bagaimana dengan ibu jaman now?
Ya, tetap saja ada tuntutan bedanya dengan versi yang lebih kekinian.


Mulai dari anak yang terlahir dengan SC ibu yang disalahkan katanya malas gerak atau males ngeden,”nggak tahan sakit dikit aja”.  Anak lahir dengan berat badan rendah katanya ibu yang salah, “makan yang banyak geh, kasih es krim geh”. Asi keluar hanya sedikit atau sama sekali tidak keluar lagi-lagi ibu yang disalahkan. Anak kurus, GTM “ah menunya kurang bervariasi itu...”, and so on.

Yes, para ibu hebat kita mengalaminya. Ditambah lagi perasaan para ibu yang sangat mudah tercabik  jika kurang dukungan. Tetangga, teman pengajian, teman sekolah anak, teman kerja, hingga saudara sepupu, saudara kandung, kakak ipar, adik ipar, ibu bapak mertua,  ibu kandung sendiri atau bahkan suami sendiri???. Berapa banyak judge yang diterima para ibu???😭.

Para ibu hebat disini tidak sendiri. Sayapun mengalami dan yang paling mencabik hati adalah ketika judge itu berasal dari keluarga terdekat kita. 

Kenapa?
Ya, karena orang terdekat itulah yang kita harapkan bisa memahami keadaan kita😢.

Banyak yang LUPA bahkan TIDAK SADAR bahwa Ibu itu BUKAN ROBOT. Ibu hanyalah MANUSIA BIASA, manusia yang secara fitrahnya penuh dengan kelembutan. Manusia biasa yang punya kekurangan, bisa berbuat salah, bisa sedih, bisa marah, bisa sakit dan bisa LELAH.


https://drive.google.com/uc?export=view&id=12VZFNA-KlIPoLHz6CvurxTVKfW4wM3KH


Mereka tak tahu seberapa besar usaha ibu untuk bisa melahirkan dengan normal, setiap malam tak henti merayu dan memohon padaNya agar bisa melahirkan dengan normal dan sehat. Mereka tak tahu seberapa usaha pasutri untuk mencukupi biaya melahirkan SC yang bukan sedikit jumlahnya.

Belum lagi pasca melahirkan??
Lelahnya para ibu begadang ketika si bayi terus menerus menangis karena kolik. Atau ibu lain yang membuatkan makanan untuk anaknya berbagai macam agar si anak mau makan.

Betapa bingungnya seorang ibu harus mendahulukan anak mana yang harus diurus?? Si bayikah yang terus menerus rewel atau si kakak-kakak yang terus berulah mencari perhatian. Meminta dengan mata penuh harap agar ibu sempat bermain dengannya.

Ah,, banyak yang tidak tahu..
Tapi dengan mudahnya menJUDGE para ibu hebat ini. Dalam renungan saya berpikir “bagaimana cara saya menghilangkan semua emosi negatif? Semua keluh kesah ini?? Semua kekesalan ini??”.

Ya, hanya kepadaNya saya bercerita mengeluhkan semua. Berlinang air mata di sepertiga malam, saya mengadukan kepadanya betapa hati saya terluka. “Tuhan saya merasa lelah dengan semua ini,.berilah saya kekuatan. Mampukan hamba untuk menjalani kewajiban hamba. Hilangkan semua perasaan ini, sakit hati ini...”

“Wanita itu pemimpin dalam rumah tangga suaminya, dan akan ditanya tentang kepemimpinannya”. (H.R Bukhari dan Muslim)


Para ibu hebat, agama islam sudah secara gamblang menjelaskan kewajiban kita sebagai istri dan seorang ibu. Peran kita sebagai wanita. Saya selalu ingat dengan hadist ini, maka saya ingin berubah. Bergerak untuk menghilangkan keresahan dan kegundahan hati.

Tiba-tiba DEG...
Begitu saja Allah mengingatkan saya,
Memberi jalan keluar dan menjawab doa saya. Saya teringat dengan beberapa postingan dari seorang terapi tentang self healing. Bagaimana cara kita menyembukan luka batin dengan cara yang positif tanpa harus mengungkapkan ke orang yang bersangkutan bahwa kita merasa sakit karenanya.

Ini versi saya ya, para ibu hebat. Karena saya biasa mendapatkan ilmu yang saya butuhkan begitu saja free. Entah darimanasaja dan semua atas izin Allah🙏.Duduk dengan posisi yang nyaman atau bisa tiduran. Tutup mata dan bicaralah pada diri sendiri : 

🍀AKUILAH bu, akui ketika kamu merasa lelah atas semua pekerjaanmu yang tiada habisnya. Mengakui ketika kamu kesal, ketika kamu marah merasa sedih atas semua judge yang selama ini diterima. Sebutkan saja siapa namanya. Lepaskan “Ya saya marah,saya sedih, saya tidak suka dibilang....”

🍀 MAAFKAN, setelah lepas semua marah sedih dan kesal. Katakan “Ya saya sedih karena yang kamu bilang, tapi saya maafkan kamu... saya maafkan karena ketidak tahuanmu, saya maafkan karena kamu sebenarnya menginginkan yang terbaik untukku tapi tidak tahu cara mengungkapkan yang baik... Saya maafkan karena pola pikir kita yang sudah tak lagi sama...dan seterusnya...”

🍀MENDOAKAN orang-orang yang menyakiti kita. Doakanlah kebaikan padanya, doakan Allah menggerakkan hatinya untuk bisa berubah lebih baik. Doakan Allah juga menyembuhkan lukanya, luka yang membuat ia menJUDGE kita. 

🍀 MENERIMA dan BERSYUKUR pada Allah. Menerima bahwa semua yang terjadi di dalam hidup kita itu atas izin Allah. Dan pasti ada hikmahnya. Bersyukur karena skenarionya yang menghadirkan segala sesuatu yang tidak baik pada diri kita adalah agar kita bisa belajar mengambil hikmah dan menjadi lebih baik.

“Setiap orang adalah penyembuh terbaik bagi dirinya”.


Silahkan para ibu hebat coba ya sedikit tips dari saya.

Kapan waktu tepat melakukan terapinya???

Kapan saja ketika para ibu hebat merasa sangat sesak. Sebelum tidur pun bisa 🙂. Lakukan berulang-ulang sampai hati para ibu hebat merasa damai dan plong😚. Hati yang damai dan tenang dari para ibu hebatlah yang akan kembali membersamai anak-anak dengan bahagia💕.

Ingatlah kembali sosok Hajar, sosok yang begitu tegar, tabah juga senantiasa bertawakal hanya kepada Allah semata. Ia juga menjadi cerminan seorang istri yang kuat dan tak mudah putus asa meski kesulitan berkali-kali menimpanya😇.

🌸🌸🌸


Tak apa sesekali Ibu membeli makanan matang karena kesibukan yang lainnya atau kelelahan. Mungkin memang hari ini rezekinya untuk pedagang yang menjual makanan.

https://drive.google.com/uc?export=view&id=1DBPU_oAUv5H8hCQAhgMYhOxVr030l4ke


Tak apa para ibu terkadang bangun kesiangan karena begadang mengurus bayi yang sedang rewel karena merasa sakit. Tak apa para ibu terkadang ikut tertidur ketika menyusui si bayi atau menemani tidur si kakak. Nikmatilah semuanya ya ibu. Apapun itu kita semua adalah para ibu HEBAT bagi diri sendiri, anak-anak dan sekitar🥰.


https://drive.google.com/uc?export=view&id=1ulacCP0dO52oY1wqSpjrcNSdUh7Pfa3g


Tidak terlihat MULIA dihadapan mahluk bumi, tetapi bisa jadi membahana “seantero penduduk langit”.

Bukankah itu lebih penting???

Doa para ibu yang mustajab tanpa penghalang apapun ke Allah. Maka setiap pekerjaan ibu bisa jadikan doa diselingi dzikirulloh.

Ya, niatkan  bahwa “Semoga yang memakai pakaian yang kusetrika ini bisa menjaga kehormatannya”.
“Semoga yang memakan hidangan yang kubuatkan ini diberiNya kesehatan..”
“Setiap tetes  susu yang mengalir ke bayi ini, mengalir pula kesholihan”.
Maka insyaallah semua jadi terasa ringan dan menyenangkan ya bu ibu.

Alhamdulilah,
Seketika setrikaan yang menggunung itu tiba-tiba terlihat menjadi bongkahan berlian dimata saya .hihihi(yah itu imajinasi saya bu ibu, yang insyaallah akan jadi berlian yang menghias rumah emas saya disurga.aamiin🙏).

Sekali lagi,
Seorang Ibu bukan wanita sempurna, tapi dari tangannya lah lahir manusia-manusia baik dan hebat. Kelak merekalah yang membangun peradaban lebih baik untuk anak cucu kita💕

Sekian sharing saya ya para ibu hebat😉
Semoga bermanfaat dan membantu mendamaikan hati para ibu hebat disini😇.
Happy weekend❤️
Tetap jaga kewarasan ya bu ibu😉😘


https://drive.google.com/uc?export=view&id=1Ztqnecoyad2Lkt3OyOyK4xaUEVLdk07c





































0 Response to "Ibu boleh Lelah (Ya allah aku lelah sekali) "

Post a Comment