Day 1 Ceritaku Belajar Memotret dengan tema all about yellow di kelas foto teh ina

Assalamualaikum friends.,,


Alhamdulilah sudah jumat saja lagi ya,,

Jumat berkah,,

Besok weekend☺️


Hari ini lumayan lah ya,,

Emak dah bisa bersihin depan yang tadinya luar biasa berantakan😭


Dan syukurnya bayi reina hari ini demamnya sudah turun sampe ke suhu normal 36,4 derajat celcius.

Padahal kemarin mulai rewel dari tengah malem sampai paginya panas sekitar 38,5 derajat celcius.


Pastinya kalo anak sakit itu ya friends jadi ke khawatiran sendiri buat emak😒

Meski anaknya sudah dua pun tetap begitu..

Alhamdulilah insyallah memang ini karena pileknya bayi reina..yang masih bening🀧


πŸ“ΈπŸ“ΈπŸ“Έ


Baiklah hari ini emak mau ngelunasi hutang ya friends..


Tentang serba serbi belajar motret dikelas foto teh ina.


Day 1

All about yellow


Hmmmh dari judulnya sudah tahu lah ya,,

Ini semua tentang kuning. Apa saja yang berwarna kuning.


Semangatnya masih cerah banget dihari pertama,,

Di hari pertama seperti biasalah ya,

Perkenalan, penjelasan tentang aturan dan materi.


Selain kelas utama nya basic foto teh ina yang memiliki 80an peserta.

Emak juga  memiliki kelas pendampingan dengan admin pendamping bernama mbak citra.


Dan yaaa emak ngerasa beruntung banget kenal mbak citra. Super sabar mendampingi selama tujuh hari.


Yang paling berkesan bagi saya adalah ketika mentornya mengatakan “dahulukan PRIORITAS ya,, memotretkan hanya sekadar sampingan hobi kita. Jadi silahkan untuk pengumpulan tugas ya sebisanya saja lah. Apalagi kalau anak sakit, harus jemput anak sekolah, dll. Dahulukan KEWAJIBAN”.


Terharu emak friends😭

Sekarang itu emak merasa profesi IBU benar-benar dihargai.

Seringkali setiap emak ikut kelas di grup WA. Entah itu tentang parenting, masak, atau seperti kelas foto ini. Semua bilangnya “selonggarnya waktu saja”.


Makin suka emak πŸ˜


Berikutnya dikelas foto teh ina diberi tahu juga cara penggunaan aplikasi snapseed..


Dan untuk hari pertama silahkan memotret sesuai masing-masing. Mentornya ingin melihat dulu bagaimana hasil fotonya masing-masing peserta.


Kesan baiknya lagi dikelas foto teh ina.

Tidak diperbolehkan memotret binatang, menggunakan property atau boneka yang menyerupai mahluk hidup😍.

Emak nggak tahu ya alasannya apa. Tapi suka saja sama peraturan ini friends.


Mulailah pikiran beralih ke “apa ya yang berwarna kuning? Apakah aku potret aja rokku yang kuning? Handsock atau apa?”πŸ˜…


Akhirnya teringatlah sama baju kuningnya bayi reina. Hadiah dari budhenya di palembang.


“Bagus,, oh iya tambahin bandana warna kuning juga.” Bandana tiga turunan lah yaπŸ˜‚. Dari jaman haura 7 bulanan sampai bayi reina usia empat bulanπŸ˜€.

Alhamdulilah barokahnya anak semua perempuan πŸ˜‡.


Eh tapi friends,

Mutiara sintetis penghias bunga kuning dibandana banyak yang lepas.


Ya dengan sangat berat hati,,

Akhirnya emak bongkar-bongkar friends πŸ˜ž


Bongkar apaan???


Bongkar bahan dan peralatan buat bikin craft πŸ€ͺ.

Yang bikin emak rada males adalah berantakannya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


Yah namun demi totalitas bongkar juga.

Ganti mutiara sintetis kuning yang hilang dengan mutiara sintetis putih yang lebih kecil.


Panaskan lem tembak

Lalu tinggal ngelem πŸ€£

Karena ukuran mutiara kecil jadi ya butuh lebih banyak.


Tak masalah karena emak punya banyak πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Nggak cukup disitu ya friends

Emak keinget lagi punya hadiah sepatu bayi flanel warna kuning dari budhe yusrin. Budhe yusrin ini dulu temen pengajian dan belajar ngecraft bareng.


Ah kangen emak,,

Rumahnya dicibeber.

Beberapa kali emak main kesana.

Belajar bikin gelang dari kawat atau disebut juga wire jewerly.


Pinjemlah buku tentang sepatu flanel dan berujung bikin buat sendiri sampai dijual-jual sepaket dengan bandana πŸ˜πŸ€­.

Alhamdulilah rezeki bayi haura kala itu.


Ingat dulu kami belajar bareng di komunitas nong crafter (yang sekarang komunitasnya sudah ramai, berganti nama menjadi demen handmade).

Tapi alhamdulilah pengalamannya seru banget ya,

Emak jadi bisa pakai mesin jahit dan bertekad belajar jahit.

Karena keasyikan bisa buat gordyn dan tas sendiri.


Yang hobi ngecraft daerah sekitar cilegon serang lah ya. Bisa loh gabung ke komunitas ini, menyalurkan hobi😊.


Kalau saya udah lama nggak ikutan lagi πŸ€­πŸ˜. 


Kewalahan kalau harus utak-utik buat kerajinan tangan. Anakku masih kecil dan terus muncul adeknya lagi πŸ˜‚.


Ok, kita kembali ke sepatu. Akhirnya setelah bongkar-bongkar digudang. Sepatu flanel kuning cerah ini ditempatkan lah di alas mini studio πŸ˜.


Jepret-jepretlah emak,,

Selesai jepret mau ngedit emak keinget friends..

Lah kaosnya gambar kartun manusiaπŸ€ͺ Waduhhh

https://drive.google.com/uc?export=view&id=1u9XAzx2WAprw2uKcUgrucWisrOA83fUF



Sempet tanya dulu jugalah ke grup pendamping.

Nunggu belum dibales ya aku jepret lagilah yang kedua. Bedanya gambar kartun manusianya nggak kelihatan.


https://drive.google.com/uc?export=view&id=1D0tAaq_G37MrZVeOoCOKrXMzyGsdyJP2


Beberapa jam kemudian dibales mbak citra..

“Nggak usah terlalu banyak mbak barangnya, sepatu saja sudah cukup”.


πŸ“ΈπŸ“ΈπŸ“Έ


Baiklah, friends..

Emak tetep semangat dong πŸ‘


Kalau cuma sepatu sih rasanya kok kesepian ya friends..


Akhirnya emak putuskan memotret bandana dan sepatunya..


Begini hasilnya,,

Taraaaaa


https://drive.google.com/uc?export=view&id=1EIFw-tQbV7ZKTy7Y7c4J1SVxFGHW5euF




Tanya lagi ke mbak citra “begini sudah lolos belum ya mbak citra?”


Jawab mbak citra”setor ke grup mbak..”


Alhamduliliah lolos ini😁

Langsung deh setor ke grup utama..


Dan siangnya pukul 13.00 wib lah,,

Jam setelah makan siang.

Komentator siap untuk mengecheck dan menilai hasil foto-foto peserta yang sudah disetorkan.


Emak pikir yang ngomentarin hasil foto itu teh ina ghassani.

Tapi kok??

Lihat namanya yanti?? πŸ€”πŸ€”πŸ€”

Siapa ya??


Dan besoknya emak baru tahu,

Kalau teh yanti ini asistennya teh ina😍


Pengen juga dong, jadi asisten πŸ˜

Kalau jadi admin pendamping juga nggak apa-apalah. Pastinya insyaallah ini ilmunya mumpuni ya. Dan mungkin sering ada perkumpulan buat meningkatkan skill motretnya.


Tapi emak juga nggak tahu sih friends kualifikasinya apaan buat jadi admin pendamping🀣. Emak cuma mikir “lah baru juga ikut..kelas basic pula. Baru belajarπŸ˜€. Pikir jadi murid dulu saja ya friends ☺️.


Balik lagi ke teh yanti..

Alhamdulilah dapet penilaian “sip, baguus”


Lolos ya berarti bisa langsung update status πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜….

Oh ya friends, 

Syarat boleh upload foto ya kalau sudah tidak ada revisi lagi dari teh yanti.

Tentunya dengan mencantumkan tag. Pastinya untuk promosi kelas itu jugalah πŸ˜Š.


πŸ“ΈπŸ“ΈπŸ“Έ


Sebenernya sempat mulai mengerti kalau tiap komen itu bernilai tertentu.


Bagus,, Baguus,, Baguuuus,,

Cakep,, Cakeep,, Cakeeeep,,

Keren,, Kereen,, Kereeeen,,


Yah begitulah ada perbedaan huruf.

Seperti ada tingkatannya😁

Sempat emak jadikan pertanyaan dengan mbak citra loh friends☺️


Jawaban mbak citra “yang penting nggak revisi mbak”


Yup betul lah mbak citra,,

Maafkan emak yang terlalu kepo ini ya..


Friends selain day 1

Emak mau nambahin cerita bisa kenal kelas foto teh ina ya..


Semua skenario allah jelas ya friends..

Emak ikut kelas foto ini nanti kegunaannya buat apa? Bisa menghasilkan nggak? Bisa terus sampai selesai nggak??

Dan pertanyaan-pertanyaan lain.

Yang akhirnya emak jawab sendiri “sudahlah jalani saja, pasti ada manfaatnya. Pasti ada rencana allah yang baik didalamnya”.


Jadi my husband pernah said : “Jangan terlalu banyak memikirkan masa depan. GIMANA NANTINYA?? Yang penting action aja, JALANI saja. Kalau ada kurangnya, insyaallah sambil jalan diperbaiki.”


Dan sejak itu ya emak lebih banyak langsung action dari yang sebelumnya kebanyakan mikir duluπŸ˜…. Apalagi memikirkan hal yang belum terjadi ya friends..

Itu beda tipis dengan “TERLALU MENGKHAWATIRKAN MASA DEPAN”.


Emak ketemu kelas foto dari wa grup kelas gratisnya mbak rani. Tentang penggunaan template dan edit foto gitulah. Juga dapet ilmu convert selling, optimasi IG dab FB. Karena emak masih suka nih friends jadi belum keluar.


Sempet juga sebelumnya lihat story mbak rani. Ada foto setor tugas dikelas teh ina yang menarik buat mata dan hatiku.

“Mbak kok bagus banget fotonya? Foto pakai apa?”


Jawabnya mbak rani “iya ini pake kamera hp aja.”


“Kok bisa bagus mbak? Ikut kelas fotokah?”


“Iya mbak ikut kelas foto smartphone photography”.


“Kalau mau ikut gimana mbak? Bayar berapa?”


“Bilang sama aku saja mbak kalau mau ikut. Cuma seratus ribu aja dibimbing selama 7 hari”.


Wohhh friends,, 

Keren banget kelas fotonya.

Yang pertama terlintas dipikiran emaka adalah “praktis banget ini bisa foto sekeren ini pake hp. Emak nggak perlu harus pake kamera digital atau setting kamera DSLR.”


Tahu kan sibuknya emak itu friends

Boro-boro harus pegang kamera DSLR.

Tangannya saja dah penuh sama gendong dan gandeng bawa ini itu πŸ˜….

Lagi juga nggak sempet harus buka-buka dulu. Dengan anak-anak yang masya allah cerdas dan rasa ingin tahunya tinggi.

point pentingnya emak juga belum bisa tuh pakai kamera DSLR πŸ€­πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


Tapi ya ada biayanya..

Wajarlah friends semua ada biaya

Lagi-lagi harus dapet izin suami ya friends.,

Bukan masalah uangnya sih friends

Meski emak memang hanyalah IRT dan hanya suami yang kerja.

Kita ini melakukan apapun dan mengeluarkan uang untuk apapun harus seizin suami ya..harus atas ridho suami ☺️.


Dan kebetulan jalannya lagi,

Mbak rani memberikan info di grup kelas template jadi bahwa kelas foto teh ina mengadakan preview gratis..


Yah akhirnya emak ikutanlah friends..

Kelas preview ini isinya yia mirip kayak kelas foto teh ina yang berbayar.

Di kelas preview ini kita jadi tahulah gambaran kelas fotonya..


Singkatnya emak ikut dan setor tugas fotonya.

Temanya sih kebetulan high key ya,,

Yang juga dipelajari di day 2 kelas basic foto teh ina.

Dan disini sih emak akhirnya mantap ikut kelas foto.


Hasil fotoku langsung dapet komentar “Cakeep”😍Ini friends hasil fotonya

https://drive.google.com/uc?export=view&id=1yo6IbLOrhgOmC-cbMNTKjVDPsjEsDgeV


Ya, karena kembali ke izin.

Akhirnya emak kirim foto ke suami dan menunggu komentarnya..

Suami juga bilang “apik iki cahaya dan penataannya pas..bisa masuk kelas pro ini”.


Yahhh itu cara buat ngerayulahπŸ˜‚πŸ€­

Sambil colek di status nih friends sambil bilang “siapa tahu dapet acc suami ikut kelasnya”😁.
Kebetulan suami juga pernah bilang kalau emak nih pinter menata makanannya buat di foto. Emak yang denger langsung melting❤️. 
Kok bisa???Gimana ya friends menurut emak nih suaminya emak tuh mengerti aku bangetπŸ₯°.Soalnya emang emak sudah lama suka liat foto makanan di majalah-majalah dan buku-buku resep. 

“Wah kok bisa foto sebagus ini ya?? Makanannya di tata cantik banget. Dihias juga cantik banget.”
Pernah baca kalau kita menyukai sesuatu dan bisa mengerjakannya itu dah bisa dibilang bakat atau potensi. Buat emak yang mengalami kesulitan dengan dirinya? Nggak tahu bakatnya apa?? Pernah rendah diri. Kalimat itu seperti penerang.
Akhirnya iseng-iseng cari tahu,Ternyata ada yang namanya profesi food photographer dan food stylist.Woahhhh😍Dari situ yah emak otodidak Kalau buat makanan suka cari tahu finishing garnish atau cara hiasnya biar menarik gimana?Dan cari inspirasi lewat foto-foto. Sekiranya property yang dibutuhkan apa buat foto.
Ok friends..Jadi tahu kan???Kenapa emak super seneng pas suami bilang saya pinter menata makanan buat difoto☺️.

Tapi friends,, semua emak kembalikan ke Allah ya. Emak sudah siap mental juga kalo nggak di ACC. “Oh berarti itu bukan yang terbaik menurut allah..”. Karena emak yakin kalau yang menggerakkan hati  itu Allah. Semua atas izinnya, mau berapapun biayanya. Kalau itu memang rezeki emak dan masuk diskenarionya emak. Itu adalah jalan terbaik PASTI allah MENGGERAKKAN HATI SUAMI.  Dan pastinya allah izinkan saya dapat ilmu tersebut.


Sepele aja sih mak??

Mungkin kecil buat sebagian friends ya??


Namun emak sudah berkali-kali menemui situasi seperti ini.

Dimana emak terus berlatih TOAT dan IZIN suami kayak diatasπŸ™πŸ™

Adakalanya suami mengizinkan, adakalanya juga belum..

Dan surprisenya ketika lewat suami belum bisa. Allah beru jalan DARI LAIN JALAN dan perantara orang lain emak dapatkan yang diinginkan😌.


Intinya emak seneng banget dapat acc ikut kelas foto friends

Sampai berlanjut emak bisa cerita setiap day nya seperti ini☺️.

Dan bertekad untuk bersungguh-sungguh ikut kelasnyaπŸ™

Nggak lupa syukur sama suami dan Allah lah ya,,

Dan tetap berkeyakinan bahwa semua kembalikan pada Allah.
https://drive.google.com/uc?export=view&id=1Ui3eQWFJMzMS0-P4LX2QMSDSvjVxee4R


Alhamdulilah hutang pertama saya lunas,,

Masih ada dua lagi ya friends..

Semoga segera selesai ya,,

Sampai jumpa lagi friends😍😘






No comments for "Day 1 Ceritaku Belajar Memotret dengan tema all about yellow di kelas foto teh ina"