Day 2 Ceritaku belajar memotret high key dengan smartphone/hp di kelas foto teh ina

Konichiwa...

Gimana minggunya friends?

Sudah jalan-jalan kemana hari ini?


Car free day?

Pantai?

Ngemall?

Alun-alun?

Atau cuma ke tempat makan sambil nemenin anak-anak main πŸ™‚. Bisa ini ya kalo di cilegon ya ke GP atau bunderan cibeber πŸ˜.


Semoga liburan hari ini menyenangkan ya friends,,

Mendekatkan yang mungkin selama hari biasa berjauhan.

Jadi quality time bersama keluarga.


Melunasi hutang mommy yang kedua nih friends,,

Masih dengan tema motret πŸ˜…

Semoga pada belum bosen ya.hihihi

Soalnya belum finish.


Malam ini meski keadaan mommy rada nggak enak.

Yah tetiba pusing, punggung pegel, leher sakit..

Tapi habis diisi sate ayam dan lontong pusingnya mommy berkurang dan hilangπŸ˜….

Ternyata mommy kelaperan ya friends.hahaha


Baru ini lah ya pusingnya mommy karena lapar..efek menyusui yang kurang banyak asupannya(tutup muka).

Sambil gendong baby reina lah ya..

Mommy sempet-sempetin buat ngetik.hihihi


Yah mommy ini canggihlah

Namanya juga mahluk multitasking

Apalagi sekarang gendongnya ala baby wearing yang kekinian.hehehe

Insyaallah kapan-kapan mommy bahas tentang baby wearing ya friends πŸ˜˜


Sekarang kita bahas dunia photography dulu..

Day 2

Temanya sayuran mentah 

Vegetables raw on high key photography


Apakah itu high key photography?

Photo yang lightingnya over tapi tetep fokus dan bagussss...


Mommy yakin friends pasti sering liat foto yang kayak gini ya,,

Atau malah yang punya online shop sering memotret kayak begini.

Cuma belum tahu kalau namanya high key.hee


Tipsnya gunakan alas polos berwarna putih ya friends,,

Bisa pakai kalender bekas, jilbab putih atau kain putih polos.


Sebenarnya di kelas preview yang mommy ikutan kemarin itu materinya sama persis dengan yang ini.hee


Mommy juga sudah foto sayuran dan dapet nilai cakeep..

Artinya mommy harus nunggu mamang tukang sayur lagi buat motret.hahahha


πŸ“ΈπŸ“ΈπŸ“Έ


Dan Paginya,,

Mendengar suara “wiiiiiiiiiii”

Mbak fayra langsung bilang “tuh bu, mamang sayur..”


Bergegas mommy ganti pakaian lah ya friends,,

Kan kalau keluar sebagai muslim harus menutup aurat πŸ˜Š.


Nyamperinlah mamang sayur..

“Wah sayur nya alhamdulilah masih banyak pilihan... ehm motret sayur apa ya?(hello bukan mikir masak sayur apa kayak biasanya?πŸ˜‚).

Kemarin kelas preview sudah motret sayur capcay, mosok capcay lagi kan ya?”, batin mommy.


Eh ngelirik lah ke beberapa bungkusan paket sayur asem..


Nah ini dia, sayur asem aja..

Khas indonesia banget (jawa lah ya.😁).

Karena ada cerita nih suaminya orang palembang dimasakin sayur asem sama istrinya yang orang jakarta.


Pas dihidangin komennya

 “Masak sayur apaan sih Ma kayak begini? Semua dicampur jadi satu kayak sampah? Ini sayur sampah.”

(Ooops tapi ini nadanya biasa aja ya friends, bukan menghina bilang sampahnya)


“Masak sayur apo dio ma cak ini tuh? Galo-galo dicampur jadi sikok cak sampah be? Sayur sampah ye ini?”

(Hihihihi mommy kasih versi bahasa palembangnya ya friends. Biar mommy nggak lupa bahasa tanah kelahiran🀣)


Kok bisa seperti itu?

Ya karena memang dipalembang olahan sayur nggak sebanyak di jawa ya friends.

Apalagi sayur asem ya,

Sebagian mungkin merasa asing dan nggak terlalu suka.


Mommy sendiri dulu kalau dimasakin ibunya mommy sayur asam yang ada diambilin jagungnya sama kuahnya aja, wkwkwkwk

Gimana ya?

Nggak suka si daun melinjo apalagi tangkilnya.hihihi.


Tapi kalau sekarang?

Sejak pernah ngerasain hidup di jogjakarta.

Kadang pulang ke kampung halaman orangtua diklaten.

Memiliki keluarga kedua (keluarga dari suami) di jogjakarta.

Akhirnya mommy semakin bisa menikmati “Sayur Asem”. Apalagi kalau ditambah sambal terasi dan ikan asin loh friends..

Masya alllah πŸ˜‹

Mereka sungguh perpaduan yang pas.


Mommy tuh sampai heran dan bertanya-tanya,,

“Siapa sih yang pertama kali menemukan paduan pas ini?”

Hahahhaaa

(Yang jelas bukan mommy atau friends ya? πŸ€­)


Selesai belanja paketan sayur asem yang hanya lima rebeng. Bersama dengan lauk dan jajanannya bocil-bocil.


Mommy mulailah actionnya,,

Siap menggelar alas

Menata sayur 

Dan jepret-jepretπŸ“Έ


Tadaaaa

Ini hasilnya ya friends,



https://drive.google.com/uc?export=view&id=16Y7WvLZ47VHurVHmoPpg9HEjZl8h5PCY



Gimana cakep nggak friends?hehehe

Berasa seneng banget loh dimata liat yang seger begini.


Sebelumnya hasil foto mommy dapet komentar dikelas pendamping kurang cerah.


Akhirnya mommy edit lagi di lighting berkali-kali sampai dapet hasil begitu..


Hmmh puas bangetloh mommy sama hasilnya,

Dan makiiiin semangat belajar di kelas fotonya😍.


πŸ“ΈπŸ“ΈπŸ“Έ


Ketika mommy lagi asyik motret dan edit.

Pastinya putri-putri sholihah kesayangan nan cantik jelitanya mommy bakal kepo atau cari perhatian.


Yang cari perhatian itu jelas mbak fayra atau adik fayra nih?πŸ˜…. Si tengah yang panggilannya sesuai keadaan.

Apalagi kalau mbaknya lagi sekolah, ya..

Temennya kan cuma mommy doang.hahaha


Cari perhatian ala fayra itu ya,, ngisengin adeknya lah.

Minta ini dan itulah.. ngalihin perhatian mommy dari ngedit πŸ˜.


Nah kalau yang kepo itu pastinya mbak hauraπŸ˜‚. Lihat mommynya ngedit dan hasilnya dia bakal bilang “ihhh bagusnya bu..”


Rasa ingin tahunya yang tinggi itu.. beda tipis sama kepo πŸ˜‚.

Tapi beneran dia juga pengen bisa motret, edit dan kasih nama di fotonya.

Bukan cuma kepo yah,,

Bonus sulungnya mommy ini aktif bertanya.hahahaha


“Ibu tuh ngapain sih? Moto-moto terus?Ngedit foto terus?”


“Iya nih mbak, ibu kan lagi ikut kelas foto.”

Sambil sibuk ngedit foto.


“Apaan sih bu kelas foto tuh?”


“Ya,, ibu belajar cara motret foto gitu mbak yang bagus. Nih liat foto ibu”, sambil  memperlihatkan foto di hp yang sudah selesai di edit ke mbak haura.


“Wah bagusss bu..”.


“Bagus kan,. Eh mbak haura mau nggak belajar foto begini? Suka nggak?”


“Iya.. suka bu.”


“Ehm ya udah ibu belajar dulu. Nanti insyaallah mbak haura ibu ajarin kalau ibu sudah bisa dasar-dasarnya. Siapa tahu nanti kalau mbak haura berbakat bisa lanjut ke yang profesional. Sekolah photography gitu mbak..”

Ngomong dengan semangat terlalu menggebu-gebuπŸ’ͺ🏻πŸ€ͺ


Eh iya,, teh ina itu muridnya Darwis triadi ya kan?πŸ€”

Darwis itu siapa sih?

(Mommy pasti diketawain ini sama friends yang udah tahu)


Seperti biasa mbah google lah yang akan menjawab.hahahah

Searching dan voylaaaa


Oh Darwis triadi school of photography..

Lihat-lihat keterangan sekolahnya digambar.

“Wohhh sekolahnya dijakarta, deketlah kalau mbak mau sekolah.”


Lihat-lihat kelas dan harganya..

Shock therapy πŸ€£πŸ€£πŸ€£

Kelas basicnya aja tiga jutaan pemirsahhh πŸ˜­

Dan itu masih ada banyak kelas lanjutannya dari lima juta sampai belasan juta.


Diketerangan staf pengajarnya bahkan darwis triadi langsung..

Masih bertanya-tanya lagi,. Darwis triadi ki sopo???


Ternyata,,

Darwis triadi adalah fotografer yang sudah terkenal banget ya,,

Ya allah mommy kamu tuh kemana aja?

Ckckckck kebanyakan ngehafalin nama-nama kerajaan aja sih ya.

Mana tahulah sama dunia seni begitu🀦🏻‍♀️.



Andreas Darwis Triadi (lahir di Solo, Jawa Tengah, 15 Oktober 1954 ; umur 65 tahun)atau lebih dikenal dengan Darwis Triadi adalah seorang ahli fotografer glamor dan fashion senior Indonesia.


Majalah internasional Vogue memajang karyanya pada artikel spesial tentang Indonesia. Bron Elektronik AG dari Swiss, produsen lampu Broncolor, memilihnya untuk mengisi kalender Broncolor tahun 1997. 


Masya allah ini fotografi senior yang berprestasi. Orang indonesia loh,,

Luar biasa πŸ‘


πŸ“ΈπŸ“ΈπŸ“Έ


Hebatnya pas cerita ke suami dengan semangat berapi-apiπŸ”₯

Suami bilang dengan nada datarnya

“Tahu kok darwis triadi tuh terkenal. Yang seneng dunia foto pasti tahu lah darwis. Dia kan fotografer senior.”


Mommy dengan semangat yang meredam bilang “lah.. aku ini malah baru tahu😞”.


“Lah kan baru-baru aja seneng foto. Makanya baru tahu.”


Yes, suamiku mah gitu🀩

Kagak pernah menyudutkan

Atau menciutkan semangat istrinya.hihihihi


Sekianlah sedikit cerita sisipan di day 2 ya friends. Bahkan setelah day 2 mommy baru tahu siapa darwis triadi.

Makin nggak menyesal ikut kelas fotonya.

Meski bukan kamera profesional setidaknya sudah mengerti dasarnya lah..

Insyaallah kalau memang diantara anak-anakku ada yang nantinya suka di bidang foto. Mommy dah punya dasar ilmunya.


Kalau memang paring mereka disana insyaallah rezeki dan jalannya bakal ada sendiri πŸ˜‡.aamiin

(Yes.. itu pikirkan nanti ya. Sekarang fokus belajar saja di kelas foto).


Saatnya mommy kasih tahu ya,,

Komentar teh yanti

Kira-kira sudah lolos belum ya???

πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³

Alhamdulilah,,

Komentarnya “cakeep”


πŸ“ΈπŸ“ΈπŸ“Έ


Ok friends,,

Sekian dulu cerita mommy ya di day 2

Insyaallah besok lanjut lagi..


Bonus foto-foto before after tema high key ya,,

Ini foto teman-teman kesayanganku.

Satunya temen sekelas saat kuliah di jogja 

Satunya temen sekamar saat kost di jogja


Kebetulan Mommy itu jadi tangannya gatel  liat foto temen-temenku.hihihihi

Jadinya mommy editlah,,

Bukan berarti sok bisa ya.

Cuma bawaan saja ini friends πŸ™


Before

https://drive.google.com/uc?export=view&id=1WxRxkaATJVOrTyupuox2e4gexkS50MiZ


After
https://drive.google.com/uc?export=view&id=1JyiHFZsaEc5rrcPh9uDin6TZGT3fYOC4

Before 
https://drive.google.com/uc?export=view&id=1eoSH6Ub4nQziSA8S_b_hNjZQl9sAfohm

After 
https://drive.google.com/uc?export=view&id=1EIWrENkiaPkURvddrYw1uYWLPuF3acNA

Gimana?

Sudah dapet kan friends bayangan 

Apa saja produk yang bisa kita iklanin dengan foto high key😘


Konichiwa....πŸ‘‹πŸ»










No comments for "Day 2 Ceritaku belajar memotret high key dengan smartphone/hp di kelas foto teh ina"