Day 3 Ceritaku belajar memotret tea on low key photography dengan handphone di kelas foto teh ina

Assalamualaikum

Para pembaca blog kekinian,,

Alhamdulilah siang ini sambil duduk nungguin baby reina,

Mommy bisa nulis lagi😌


Siang yang cerah sekali ya cilegon🌞

Si sulung dan tengah pada tidur siang,,

Persiapan berangkat pengajian anak-anak.


Tersisa satu lagi ya para blogger kekinian

Cerita saya tentang kelas foto teh ina.


Day 3

Tea or coffee on low key photography


Apa itu low key photography?

Low key photography adalah foto dengan pencahayaan yang minim.


Jadi ini tuh kebalikan dari high key ya?

Betul sekaliπŸ‘

Kalau high key kita dikasih tips menggunakan alas berwarna putih polos.

Nah kalau low key kita gunakan alas foto dan layer atau background hitam.


Dari awal tema mommy sudah memutuskan untuk pilih tea ya..

Karena sudah punya property satu set teko dan gelas teh dari tanah liat.

Kasih lemon biar makin cantik ya,

Jadilah lemon tea πŸ‹


Suami menambah masukan “kalau mau ambil foto bagusnya ya pas malem kayak begini lah ya, trus pencahayaannya pake kamera handphone saja”.


Mommy said “Ok lah..”


πŸ“ΈπŸ“ΈπŸ“Έ


Tengah malam mommy kebangun,,

Terniat ya,

Bikin teh booster asi dong dari mama bear😁. Ditambah lemon tea dan madu ternak dari wonosobo.


Duhhh nikmat sekali ini,,

Seger banget

Mommy malah jadi me timeπŸ˜….


Eits, inget cepetan foto.

Nanti keburu pasukanku yang syantik syantik kebangunπŸ˜‚

Tahulah ya para pembaca blog kekinian

Kalo salah satu bangun itu ada adegan tangis2an.

Kalo yang bangun udah gede “ibuuuu ibuuu sini,, bobo sini.maunya dikeloniii”


Yah begitulah nikmat sebagai seorang mommy yang disayangi anak-anaknya.hihihihi.


Mulailah mommy pasang alas hitam di mini studio.

Menata gelas, teko dan lemon sedemikian rupa..

Cakep lagi kalau ada property yang biasa buat madu itu,,duhhhπŸ‘

Yah sayangnya belum ada..

Kita pakai apa yang ada saja ya.hehehe


Cahaya lampu dari satunya handphone 5C mulailah geser kesana dan kesini..

Akhirnya mommy pilih cahaya dari sisi kiri pas menerangi tekonya.


Jepret-jepret

Beginilah hasilnya...



https://drive.google.com/uc?export=view&id=1W1Cl-eAN1yT4N76IZiR2NFuEzF7WLP65



πŸ“ΈπŸ“ΈπŸ“Έ


Cerita dibalik teko yang dibilang keren lah ya,,

Punya property beginian.hehehe


Jadi tuh ceritanya property ini udah ada dari jaman haura batita,,insyaallah sekitar usia 2 tahunan.


Mommy langganan belanja sayur dan lauk pauk di jalan kepodang. Nah diwarung ini tuh sudah komplit pakai banget.

Lebih praktis sih daripada mommy harus ke pasar yang bagian penjualannya terpisah-pisah.


Beli ayam jalan dulu ke tempat ayam..

Beli ikan jalan lagi ke tempat ikan

Beli sayuran jalan lagi ke blok jual sayur mayur

Beli buah pindah lagi🀭🀭🀭

Kalau yang dibawa sedikit sih nggak masalah. Kala itu baru punya anak satu malah mommy jarang ke pasar tradisional.


Harga di warung sayur ke podang ini juga murah meriah banget loh ya,,

Karena belanja langsung dari pasar induknya.

Jaman itu tahun 2015 mommy belanja tujuh puluh ribu sudah bisa buat 4-5 hari.

Terkadang dapat bonus pula dari si mbah yang jualan karena langganan atau ngabisin stock saja.


Mbah uti kepodang yang jualan ini dulunya jualan di pasar induk. Makanya harganya bisa murah-murah banget loh!!!

Lebih murah daripada pasar cabang yang cuma berjarak beberapa meter dari warungnya


Suami istri ini berjualan dari pagi sampai malam ya, karena buka warungnya didepan rumah sendiri jadi ya bebas aja jam tutupnya.hihihi


Nah si suami atau mbah kung kepodang ini jualan produk-produk gerabah atau kita kenal tanah liat.

Bagus-bagus loh para blogger kekinian

Etnic banget lah,, dari peralatan dapur kecil-kecil sampai besar.


Saat lagi belanja sayur nih,

Set teko dan gelas teh dari gerabah ini nih yang menarik mata kami😁.

“Wuihhh bagus banget ya mas??” Kataku pada suami.

“Iya bagus, beda loh rasa tehnya kalau tempatnya beginian. Tehnya yang diseduh loh bukan teh celup. Apalagi gulanya menggunakan gula batu.wihhhh enakkk.”

Jawab suamiku.

“Masak sih mas?” Tanyaku.

“Cobain aja,,”jawabnya

“Beli lah.. beli..” kataku bersemangat.


Dan ya,, seperti yang para pembaca blog kekinian tahu. 

Set teko dan gelas teh itu sudah mommy beli.

Diberi harga murah sama mbah uti kepodang,, seharga tujuh puluh ribu saja.

Isinya teko, tiga gelas kecil dan alasnya yang juga dari gerabah. Tapi tidak mommy pakai buat foto ya.


“Udah nih ambil tujuh puluh ribu saja, mumpung bapak lagi nggak ada. Mbah kasih murah”, Kata mbah uti kepodang


“Serius mbah? Nggak jadi sembilan puluh ribu,” Tanyaku lagi memastikan.


“Iya,, sudah ambil. Nanti keburu ada bapak(suaminya mbah uti kepodang)”, jawab mbah uti kepodang meyakinkan.


Wahhh para pembaca blog kekinian

Hari itu mommy bener-bener senang

Suami langsung bayar, deal kita beli.

Mampir ke alfam*rt beli gula batu. Kebetulan ada teh sedu cap dandang pula oleh-oleh dari wonogiri.


Masya allah...

Really good.. endeuss.. mantap..

Enak bangetttttt rasanya

Mommy baru tahu kenapa orang jawa suka nge teh🀭..

Dan sejak itu mommy jadi suka nge teh.

Kalau minum teh celup malah??

Rasanya aneh banget🀣


Set teko teh ini juga menyimpan kenangan loh,,

Kenangan sama mbah uti kepodang.

Karena beberapa bulan setelah itu warung sayur mbah uti kepodang tutup terus.

Tiba-tiba buka, yang jualan bukan mbah uti. Sepertinya keponakannya mbah uti deh, masih muda soalnya.

Yang ada hanya mbah kung kepodang.

Pas kita tanya “mana mbah uti?”

Jawabnya “sudah meninggal mbak, meninggal dan dimakamkan di surabaya”.


“Innalillahi..” ucapku.

Yah mommy teringat saat beberapa kali warung sayur mbah uti tutup.


Ketika mommy tanya “kok tutup mbah?”


“Anu.. mbah kiy loronan nduk. Loro(sakit) kista nduk, makanya tutup. Ini sudah kontrol nduk. Doain mbah diparingi(diberi) sehat sama gusti allah ya nduk. Biar mbah bisa buka lagi warungnya.”


“Inggih(iya) mbah..aamiin.”


Ah si mbah uti yang ramah,.

Yang bilang sejak jualan dirumah jadi kenal tetangga πŸ˜Œ

Menjadi kenangan,,


πŸ“ΈπŸ“ΈπŸ“Έ


Yah,, belajar di kelas foto jadi bikin mommy jalan-jalan ke masa lalu😌.


Nah seperti biasa,

Setelah motret dan setor ya menunggu komentar.

Sebelumnya sudah dikirim dulu ke kelas pendamping, masih kurang apa gitu ya?


Dan jawab mbak citra “masih kurang rata gelapnya”.


Edit dikitlahhhh


Baru setor ke WA grup kelas basic photography batch 84


Alhamdulilah hasilnya emak lolos lagi😊

“Cakeep”

πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»


Dan alhamdulilah lagi

Hutang bercerita mommy lunasπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€


Berhubung sudah jam empat sore lebih dan emak mau jadi pengantar sekaligus pendamping anak-anak ngaji😁.


Mommy sudahi dulu ya para pembaca blog kekinian😘


Wassalamualaikum Wr. Wb.
Jepretan mommy yang lain setelah kelas usai. Yah buat belajar lah ya,, hehehe. Biar nggak lupa
https://drive.google.com/uc?export=view&id=1sPdO-5p2aCGZWask_OloDyHRq00M_GDi



https://drive.google.com/uc?export=view&id=1WAmj7I5rVOa8EcXYskcizw8t6OEhpeTD



No comments for "Day 3 Ceritaku belajar memotret tea on low key photography dengan handphone di kelas foto teh ina"