H2-Serunya Belajar Memotret dengan Handphone Tingkat Advance di Kelas Teh Ina


https://drive.google.com/uc?export=view&id=188-SXaDELNhz69bumc3LXiArWXFn4ccI

Hai hai..

Bagaimana kawan?

Masih betah kah #diRumahAja?

Harus dong! Demi kesehatan kita bersama


Hari ini emak menepati janji untuk melanjutkan cerita pengalaman seru belajar motret.


Hari kedua emak belajar tentang HARSH LIGHTING PHOTOGRAPHY.


Apa itu harsh lighting???

Secara harfiah artinya adalah cahaya yang kuat atau keras 

Jadi karakternya adalah shadow yang cenderung tebal dan contrastnya kuat.


Kalau kawan ikut belajar foto di kelas teh ina. Pastinya kawan bakalan dapat tips dari cara pengambilan harsh lighting ini.


Sebenarnya ini materi yang tidaklah sulit ya kawan. Tapi, entah kenapa emak remidi di materi kedua ini.


Kenapa remidi???

Karena emak yang terlalu mempeng ngambil bayangan.

Sampai bingung fokus bayangannya yang mana.

Ckckckck


Tapi, karena remidilah akhirnya emak tahu dengan yang namanya POI

Ada yang tahu kawan artinya?


Yes, POI singkatan dari Point of Interest.

Alias objek utama atau biasa disebut objek foto.


Nah foto emak yang remidi ini kawan, sangat membingungkan. Mana yang menjadi objek utama?


Gantungan kunci kah?

atau toplesnya?


Padahal yang pastinya dominan dilihat adalah toplesnya. Ditambah lagi gantungan kunciku menimpa bayangan. Ini tidak boleh.


Ini foto remidinya...


https://drive.google.com/uc?export=view&id=12_HySWVr044A2x_7KszcXFDucTwblBCX


Akhirnya langsunglah WA suami, “mas belikan aku goodtime ya, fotoku remidi nih.”


Suami pulang pun membawakan goodtime, “mau ngulang pakai good time ya?”


“Iya mas,” jawabku.


Keesokan paginya, saat waktu yang tepat untuk mengambil bayangan. Emak sudah menata toples dan good time kukisnya.


Jepret..jepret...

Ini hasilnya,
https://drive.google.com/uc?export=view&id=1goAE0rgqQLRhLFMTYuyYQ5EZ9nuQTSCN


Disisi lain, ada anak-anak manis dengan muka melas penuh harap menunggu emaknya selesai foto.


Buat apa lagi?

Ya, biar mereka bisa makan good time lah kawan. Hahaahaha


“Wait ya, ibu pakai buat foto dulu. Kalian ambil dua buah dulu saja ya. Nanti kalau sudah, baru boleh ambil lagi,” kataku sambil sibuk motret berkali-kali. Sisi kanan, kiri, depan objek foto. Hahahaha


Dan alhamdulilah,

Penantian dan kesabaran anak-anakku berbuah kelulusan dengan komentar “okee bagus ini mbak”


Yeeeee 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻

Sepertinya memang harus memberi sajen buat anak-anakku dulu.

Barulah emak bisa lulus.hahahaha
Toples ini tuh, toples kesayangan emak ya kawan.Why?Karena bentuknya yang klasik. Mengingatkan aku dengan zaman masih kecil. Susah  sekali menemukan toples model seperti ini. 
Kala itu baru punya si sulung. Sedang menanti kelahiran si tengah. Makanya kami tidak mudik. Saat berbelanja ke toserba emak menemukan model toples ini, “Aku pengen beli toples ini mas, klasik sekali”.
Dan suami saat itu memperbolehkan aku membeli empat buah toples. Emak happy banget dong ya, “i love you full lah my husband.”
Berlebihan nggak sih?Hahahaha. Nggak apa-apalah, karena pada masa itu kami masih berjuang. Rezekinya belum sebanyak sekarang. Alhamdulilah, meski hanya untuk empat buah toples yang harganya tak sampai seratus ribu rupiah.


But, toples itu pecah satu oleh keponakanku. Hiks, hiks.Saat itu ia mengambil kukis dengan mengangkat tutupnya. Bawahnya nggak dipegang,Pranggg...Toples meluncur kebawah dengan mirisnya. Hiks hiks
“Sudahlah nanti beli lagi,” ucapku menghibur diri.Tapi sampai sekarang belum kutemukan lagi toples model klasik seperti gambar.

Sekian cerita emak di hari kedua ya,

Lanjut lagi insyaallah hari ketiga.


Dihari ketiga ini emak dapet komen yang luar biasa menyenangkan loh kawan.


Simak terus ya cerita emak

Sampai jumpa di Hari ke tiga 🤳🏻


#StayAtHome

#Sehat-sehat semua ya❤️





No comments for "H2-Serunya Belajar Memotret dengan Handphone Tingkat Advance di Kelas Teh Ina"