H1-Serunya Belajar Memotret dengan Handphone Tingkat Advance di Kelas Foto Teh Ina

Haluuu kawan,

Bagaimana kabarnya semua?

Semoga tetep sehat #dirumahAja selama masa pandemi ini.

Kita nikmati positifnya selama dirumah.


Baiklah, kemarin emak baru saja menyelesaikan tantangan 15 hari menulis yang di adakan oleh EdWrite. Sebuah wadah literasi yang didirikan oleh pemilik percetakan EdWrite, Tubagus Salim.


Emak memilih membuat cerbung. Maksudnya sekalian yang ingin ditulis selama ini tersalurkan. Hitung-hitung cicilan kalau bisa dijadikan karya novel. Syukur terkabul diterbitkan. Aamiin


Kawan bisa baca cerbung saya di mulai dari aku dan cerminku ya 😉.    Nah, berhubung tantangannya sudah selesai. Emak mau membayar hutang tujuh hari dengan tujuh tema selama belajar di tingkat advance.


Alhamdulilah, emak juga sudah menyelesaikan tingkat advance saat awal corona mulai masuk di indonesia. Untuk beberapa tema yang biasanya dilakukan di luar jadi dilakukan #dirumahAja. 


Bahkan nih kawan,

Peserta yang satu tingkat advance dengan emak di WAG ada yang menjadi PDP. Subhanallah, kami semua ikut mendoakan kesembuhannya.


Yuk simak keseruan emak ya,

Tema hari pertama adalah mengenal lagi kemampuan smartphone kita melalui METADATA atau DATA EXIF (Exchangeable  Image File).


Apaan sih itu?

Mudahnya, metadata berisi informasi penting sebuah foto yang diberikan oleh smartphone. 


Seperti tanggal dan waktu pemotretan yang kita lakukan


Pasti tahu kan kawan dengan Mr. Roy suryo?

Yes, pakar IT yang terkenal itu. Beliau mengecek keaslian foto juga menggunakan metadata ini.


Beberapa merk handphone sudah memiliki metadata secara otomatis. Namun, Apple termasuk yang harus install aplikasi metadata.


Untuk objek yang difoto adalah makanan yang dijual dipinggir jalan kawan.

Bahasa kerennya street food gitu.


Namun berhubung di beberapa daerah sudah dilaksanakan lock down. Akhirnya kami diperbolehkan memotret makanan yang ada dirumah saja. Bisa juga menunggu penjual makanan yang lewat saja di depan rumah. Tak perlu memaksakan untuk keluar rumah.


Ya akhirnya emak nunggu yang lewat saja juga.hahahaha

Meski sebenarnya di cilegon saat itu belum se ekstrim jakarta.


Pilihan emak jatuh pada...NASI UDUK

“Nasi uduk, lontong ketan, gorengan!”

Sejak awal pindah rumah tahun 2013, selalu mendengar suara khas ini ya dari penjual nasi uduk keliling.


Penjualnya kebanyakan penduduk pribumi cilegon. Kampungnya nggak terlalu jauh dari rumah saya. 


“Bu, beli nasi uduknya..” ucapku memanggil.


“Boleh nong, mau berapa bungkus?” tanyanya sambil meletakkan barang dagangannya di gardu. 


Aku duduk dan mulai memilih gorengan, “empat bungkus ya bu, dua nggak pedes. Gorengannya juga ya bakwan dua. Sama ini apa bu? Cireng?”


Aku menunjuk gorengan berwarna putih dan bagian tengahnya tempe, “Unik juga ya bentuknya,” pikirku dalam hati.


“Oh itu pastel nong namanya,” jawab penjual nasi uduk.


“Keras nggak bu?” tanyaku lagi.


“Nggak kok,” jawab penjual.


Selesai memilih, mengambil dan membayar..

Terakhir sesi,

“Ibu izin foto jualannya buat tugas aku di kelas foto”, cengirku penuh harap supaya diizinkan.


“Boleh nong..”jawab ibu penjual nasi uduk.


Jepret..jepret..jepret

Ini hasilnya...


https://drive.google.com/uc?export=view&id=1hxAI1b2W1O2sTf8F06JAD34m9aTgcKIr


Sambal kacang ini menurutku khas banget ya. Karena daerah ini memang dulunya bagian dari jawa barat, dimana hampir semua makanannya dicocol sambal kacang. Gorengan pun nikmatnya cocol sambal kacang.
Awal-awal aku merasa aneh juga. Namun suami memintaku mencobanya, “enak loh ini coba o..”.
Dan saat ku coba, “wah iya enak.”Meski terkadang juga aku lebih nyaman makan gorengan sambil gigit cabai rawit. Hahaha

Alhamdulilah dapat nilai “okee sipp”.


Selain dapet nilai memuaskan, haura ikut menilai si pastel dengan memuaskan pula. Terbukti dengan dua pastel ludes sama dia sendiri. Hahahahah


“Mbak doyan apa laper?” tanyaku.


“Doyan ya bu,” jawabnya


“Apa ini namanya bu?” Tanyanya.


“Pastel katanya,” jawab ibu sambil ngedit foto.


“Enak loh bu, mbak doyan,” katanya.

(Bahasa lain dari minta belikan lagi,hihihihi)


“Ya, besok insyaallah beli lagi ya!” Jawabku.


Alhamdulilah hari pertama beres tugss foto dan sarapan.hahahah


Bersambung dulu ya kawan,

Besok kita lanjut materi kedua di kelas foto teh ina tingkat advance.


Bye.. bye..








No comments for "H1-Serunya Belajar Memotret dengan Handphone Tingkat Advance di Kelas Foto Teh Ina "