Behind The Scene Food Photography dengan Handphone (Tema Ke-2)

https://drive.google.com/uc?export=view&id=1Cp19bh8M7d31f6PO2i2wl67VcONJkO0c

Senin Ngangenin

Masuk tema kedua ya, DONAT.

Materi dibagikan di sore hari.

Nah, kenapa donat?

Ada alasannya ya teman-teman. Pada tema kali ini goalnya kami bisa memotret makanan yang berbentuk bulat tanpa “distorsi”


Apa itu distorsi?

Mudahnya sih kalau pemahaman mommy hauraa. Distorsi itu terjadi saat hasil foto makanan yang kita potret ukurannya jadi berbeda.


Seringnya sih yang terjadi memang makanan yang diujung-ujung. Dimana mereka nampak kecil. Di tema kali ini kita diminta lebih jeli melihat distorsi. Terlebih lagi untuk pemotretan yang menggunakan kamera handphone. Karena rata-rata kamera handphone memang menghasilkan gambar yang cembung.


Solusinya gimana supaya tidak terjadi distorsi?

Itu bakal diajarkan di kelas foto teh ina ya teman-teman. Supaya kalian penasaran. Hahahahaha.

Teh ina benar-benar memberikan semua ilmunya dengan komplit disertai tips-tipsnya.


Satu hal yang jadi catatan mommy bahwa memotret makanan itu haruslah senatural mungkin. Tanpa drama, tanpa virtual, tanpa blur buatan, tanpa sticker-sticker atau quote-quote an.hahahahaha

Biarkan mata kita menikmati fotonya. 


Karena seperti yang mommy bilang ditema pertama. Bahwa ternyata foto makanan itu ada ceritanya. Ada konsep dan komposisinya.


Mulailah mommy puter otak, hahahah. Searching gambar sambil pikir konsep. Pikir juga mau beli donat atau buat sendiri.


Kalau beli donat harga ya lumayan juga, yang bagus disini ya paling donat madu. Ada temen jualan juga tapi harus PO. Dan itu hanya dapat sedikit buat keluarga kami. Haahhaa. Hiasannya juga tak bisa ku sesuaikan dengan inginku.


Membuat sendiri donat?

Pastinya butuh waktu dan tenaga lebih. Modal lagi lah ya yang jelas buat ngehiasnya. Lumayan sih harganya, tapi pasti sisa dan bisa dipakai berkali-kali untuk menghias donat. Kalaupun belum lolos stock donat masih banyak. Mau motret aman, anak-anak sudah makan donat sepuasnya.hahahaa


Dan akhirnya pilihan jatuh ke buat saja. Mommy pilih praktekin resep “donat dengan metode autolisis”. Karena kalau bikin donat kentang ala uleni pakai mixer spiral lumayan juga(edisi lagi malas).hahahaha
https://drive.google.com/uc?export=view&id=1jtaNEPounlz-rl-24I-3B9jsHCkf5YxH


Hari kedua mommy fokus buat donat dari youtube.

Donat autolisis itu apa?

Itu metode membuat donat tanpa ulen, membiarkan glutennya terbentuk sendiri. 

Tapi memang membiarkannya butuh waktu cukup lama, yaitu 6-8 jam. Buat mommy sih nggak masalah. Karena bisa dibuat malamnya, ditinggal bobo cantik dulu. Paginya bisa buat sarapan. Ahahahhaha.


Realitanya tidak semudah itu marimarrrr. Ahahahaha. Rencana malam mau buat adonan donat. Eh malah si bungsu ndelalah rewel, nangis-nangis. Akhirnya ya gagal, mommy ngeASIin dulu sampai ketiduran. Terbangun lagi jam 2 pagi gitu lagi. Sampai akhirnya dibuat lah jam 4 pagi. Ahahahha, berarti enam jamnya itu jam 10. Gagal motret pagi. Hehehe


Dan benar saja, teman-teman di WAG kelas food photography sudah kirim foto. Aku masih sibuk membentuk bulat si donat dan menggoreng. Hahahaha. Akhirnya dihari kedua mommy cuma mengirim perbaikan foto nasi bakar. Karena kelas udah ditutup sampai jam 1-2 siang.
https://drive.google.com/uc?export=view&id=1Y8M6JMgz4OCVB9ZYTq33oOhpq5KMXLPT


Sibuk dengan donat yang sudah diantri

Si krucil-krucil. Mereka mulailah minta adonan buat main. Ikut sibuk, si bungsu pun tak kalah. Merangkak kesana kesini bongkar sana-sini.


Sempat berbelanja asyik di Toko bahan kue sarinande. Wah karena baru pertama kali. Toko yang biasanya mengambil sendiri. Sekarang ditutup, dihalangin semua dengan pipa-pipa dan pembatas transparan.


Jika sedang ramai, kami diminta mengambil nomor antrian. Lalu dipanggil sesuai nomor. Para pelayan toko mencatat pesanan kami. Lalu mulai mengambilkan pesanan. Setelah semua pesanan selesai barulah kami diminta ke kasir untuk melakukan pembayaran.


Lumayan ya teman-teman. Mommy mengeluarkan biaya lebih kurang lima puluh ribu untuk dua glaze rasa strawberry dan tiramisu merk mercolade. Ditambah kertas roti dan springkle.


Omo malah ada yang kelupaan ya friends, yaitu plastik segitiga(peeping bag) yang mommy beli keesokan harinya di warung bahan kue terdekat. 


Alhamdulilah donat-donat berhasil dibuat. Hanya kekurangannya adalah cincin yang keluar di beberapa donat saja. Yang berarti donatnya kurang mengembang. Sepertinya karena memang kesalahan dari mommy saat memasukkan ragi. 


Awalnya salah asal mau masukin ragi ke adonan terigu. Hmhhh langsung teringat sebelum lanjut terlalu jauh. Karena memang suhu air yang tepat mempengaruhi perkembangan ragi. Bisa dilihat resepnya disini ya teman- teman http://www.themedium.net/2020/06/resep-donat-kentang-metode-autolisis.html


Selesai digoreng langsung deh mommy hias. “Wah-wah...bagus”

Suara-suara pasukan dibelakang terkagum liat donat cantik polesan mommy. Hahahaha


Langsung “hap..hap”

“Aku mau yang ini, adek mau yang ini”

Ludess dengan cepat. Ahahahha

Tersisa 6pcs dari sekitar 17pcs donat. Makannya buat lima orang ditambah ponakan seumur sisulung. Hahahaha
https://drive.google.com/uc?export=view&id=1ooJTPPyWCJ5wwEwe01TBTX0G5ouIApv1


Tapi alhamdulilah dimateri kedua itu senang sekali, fotonya dapet nilai CAKEP dan nasi bakarnya lolos.

Kalian bisa lihat nih foto mommy diatas kalau sedang mood.ahahaha. Khusus buat pinky  lovers.hihihi. Mommy pun begitu.


Nah jadi pengen donat atau buat donatkah?

Hihihi, ini donatku super pink.

Sampai jumpa teman-teman

Pic dibawah hasil karya teman-teman di WAG ya. Semoga menginspirasi🙂

https://drive.google.com/uc?export=view&id=1tQ_SWd_mBIFVaMzG8a63AU_ddpIjoVyJ

https://drive.google.com/uc?export=view&id=1UaNEb37OXSWG2Ng8OgWtiiv9m7903iH4

https://drive.google.com/uc?export=view&id=1rd92B3FhmMu-Oyp2PaTPAy4cPg_DZe9C

https://drive.google.com/uc?export=view&id=1KNT8ByadBr0OLQiGzCoxzGTV2K2PNMvL

No comments for "Behind The Scene Food Photography dengan Handphone (Tema Ke-2) "